Menghadapi perkembangan Revolusi Teknologi 4.0 dan mobilitas sumber daya manusia lintas negara terutama negara ASEAN sudah diperdengarkan melalui MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang diberlakukan tahun 2016. Salah satu yang dapat dilakuakan bidang kependidikan dalam mempersiapkan peserta didik kelak untuk menjawab perubahan mobilitas kebebasan bekerja dinegara sesama ASEAN adalah mempersiapkan guru dan tenaga kependidikan sebagai tenaga yang professional, tidak hanya bermain di daerahnya sendiri, namun mampu menunjukkan eksistensinya samapai ke beberapa negara ASEAN. Dalam mewujudkan keprofesionalan ini, dibentuklah sekolah model dengan sebutan Sekolah Revitalisasi yang secara bertahap akan memiliki cirri khasnya sesuai kebutuhan saat ini, terutama tuntutan dan tantangan kerja dari DUDI. Program Sekolah Revitalisasi yang dijalankan salah satunya adalah mempersiapkan guru dan tenaga kependidikan pada tingkat ASEAN dimana adanya kesepakatan dan sepahaman beberapa pekerjaan dengan mutu yang diakuai tingkat ASEAN yang lebih dikenal dengan ASEAN MRA-TP (ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals). Diaplikasikan dengan mengenalkan dan mengimplementasikan CATC yakni Common ASEAN Tourism Curriculum bagi Guru Pariwisata, karena sector Pariwisata adalah sector yang mudah untuk berkembang pesat dengan pergerakan yang terus meningkat.

     Rangkaian kegiatan pengenalan CATC ini dimulai dari adanya pelatihan ASEAN National Trainer yakni guru yang dilatih sebagai trainer yang akan mensosialisiskan dan menerapkan CATC melalui pembelajaran di sekolah dengan Toolbox yang disusun oleh ASEAN. Selain itu diadakan juga pelatihan ASEAN National Assessor yakni melatih guru – guru yang berpotensi akan menguji sumber daya saat terjadinya mobilitas SDM tingkat ASEAN dengan berpedoman pada Toolbobx sehingga diberikan predikat Competen bagi yang memenuhinya. Dan pelatihan berikutnya diikuti dengan adanya pelatian ASEAN Toolbox Training yakni pelatihan yang mengajarkan perwakilan guru dari sekolah untuk memahami dan mengaplikasikan penggunaan toolbox saat pembelajaran di sekolah masing-masing. Sehingga dari berbagai pelatihan ini diharapkan guru mengimplementasikan untuk menyiapkan sumber daya Indonesia melalui SMK dengan Program Sekolah Revitalisasi untuk bersaing di tingkat ASEAN. SMK BISA, SMK HEBAT, SMK 6 JAYA JAYA JAYA.

 

Penulis : RR Listianing Riandari, SE ( Guru Perhotelan )